Sunday, October 29, 2017

DIAGNOSA KEPERAWATAN YANG MUNGKIN MUNCUL DI KEPERAWATAN GERONTIK

DIAGNOSA KEPERAWATAN BERDASARKAN NANDA NIC & NOC PADA LANSIA


NO
DIAGNOSA (NANDA)
NOC
NIC
1
Ketidakseimbangan nutrisi : kurang dari kebutuhan tubuh
Defenisi :
Asupan nutrisi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik.
Batasan Karakteristik :
-          Berat badan 20% atau lebih dibawah rentang berat badan ideal
-          Kerapuhan kapiler
-          Gangguan sensasi rasa
-          Kehilangan rambut berlebihan
-          Kelmahan otot mengunyah
Faktor Berhubungan :
-          Faktor biologis
-          Gangguan psikososial
-          Ketidakmampuan mencerna makan
-          Ketidakmampuan mengabsorbsi nutrien
NOC :
Nutritional status
Indikator :
a)      Asupan Gizi
b)      Asupan makanan
c)      Asupan cairan
d)     Energi
e)      Rasio berat badan/tinggi badan
f)       Hidrasi
Skala :
1 = sangat menyimpang dari rentang normal
2 = banyak menyimpang dari rentang normal
3 = cukup menyimpang dari rentang normal
4 = sedikit menyimpang dari rentang normal
5 = tidak menyimpang dari rentang normal

Nutrition monitoring
a)      Timbang berat badan klien
b)      Identifikasi perubahan berat badan terakhir, monitor turgor kulit, identifikasi adanya abnormalitas rambut
c)      Identifikasi abnormalitas eliminasi bowel misalnya diare, monitor diet, dan asupan kalori
d)     Identifikasi perubahan nafsu makan
e)      Tentukan pola makan, misalnya makanan yang disukai dan tidak disukai, konsumsi makanan siap saji
f)       Monitor adanya pucat, kemerahan
g)      Identifikasi adanya ketidaknormalan dalam rongga mulut
h)      Monitor status mental, misalnya depresi
2
Kerusakan memori
Defenisi :
Ketidakmampuan mengingat beberapa informasi atau keterampilan sikap.
Batasan karakteristik :
-          Ketidakmampuan mengingat informasi faktual
-          Ketidakmampuan mengingat perilaku tertentu yang pernah dilakukan
-          Ketidakmampuan mengingat peristiwa
-          Mudah lupa
Faktor berhubungan :
-          Gangguan neurologis



NOC :
Orientasi Kognitif
Indikator :
a)      Mengenal diri sendiri
b)      Mengenal orang atau hal penting
c)      Mengenal tempatnya sekarang
d)     Mengenal hari, bulan, dan tahun dengan benar
Skala :
1 = sangat menyimpang dari rentang normal
2 = banyak menyimpang dari rentang normal
3 = cukup menyimpang dari rentang normal
4 = sedikit menyimpang dari rentang normal
5 = tidak menyimpang dari rentang normal



Memory Training
a)      Stimulasi memory dengan mengulangi pembicaraan secara jelas di akhir pertemuan dengan pasien.
b)      Mengenang pengalaman masa lalu dengan pasien.
c)      Menyediakan gambar untuk mengenal ingatannya kembali
d)     Monitor perilaku pasien selama terapi

3
Inkontinensia Urinarius Fungsional
Defenisi :
Ketidakmampuan individu yang biasanya kontinen, untuk mencapai toilet tepat waktu untuk berkemih yang mengalami pengeluaran urine yang tidak sengaja.
Batasan Karakteristik :
-          Berkemih sebelum mencapai toilet
-          Sensasi ingin berkemih
Faktor Berhubungan :
-          kelemahan struktur panggul
-          keterbatasan neuromaskular
-          faktor perubahan lingkungan

NOC :
Kontinensia Urin
Indikator :
a)      Merespon dengan cepat keinginan buang air kecil (BAK).
b)      Mampu mencapai toilet dan mengeluarkan urin secara tepat waktu.
c)      Mengosongkan bladde dengan lengkap.
d)     Mampu memprediksi pengeluaran urin.
Skala :
1 = sangat menyimpang dari rentang normal
2 = banyak menyimpang dari rentang normal
3 = cukup menyimpang dari rentang normal
4 = sedikit menyimpang dari rentang normal
5 = tidak menyimpang dari rentang normal

Perawatan Inkontinensia Urin
a)      Monitor eliminasi urin
b)      Bantu klien mengembangkan sensasi keinginan BAK.
c)      Modifikasi baju dan lingkungan untuk memudahkan klien ke toilet.
d)     Instruksikan pasien untuk mengonsumsi air minum sebanyak 1500 cc/hari.
e)      Bantu untuk memilih diapers atau popok kain yang sesuai
f)       Sediakan popok kain yang nyaman dan melindungi

4
Gangguan Pola tidur
Defenisi :
Interupsi jumlah waktu dan kualitas tidur akibat faktor eksternal
Batasan Karakteristik :
-          kesulitan jatuh tidur
-          ketidakpuasan tidur
-          sering terjaga tanpa jelas penyebabnya
Faktor Berhubungan :
-          gangguan karena pasangan tidur
-          halangan lingkungan (bising, pajanan cahaya/gelap, suhu, kelembaban, lingkungan yang tidak dikenal)
-          imobilisasi
NOC :
Tidur

Indikator :

a)      Mengatur jumlah jam tidurnya
b)      Tidur secara rutin
c)      Miningkatkan pola tidur
d)     Meningkatkan kualitas tidur
e)      Tidak ada gangguan tidur
Skala :
1 = sangat menyimpang dari rentang normal
2 = banyak menyimpang dari rentang normal
3 = cukup menyimpang dari rentang normal
4 = sedikit menyimpang dari rentang normal
5 = tidak menyimpang dari rentang normal

Peningkatan Tidur
a)      Tetapkan pola kegiatan dan tidur pasien
b)      Monitor pola tidur pasien dan jumlah jam tidurnya
c)      Jelaskan pentingnya tidur selama sakit dan stress fisik
d)     Bantu pasien untuk menghilangkan situasi stress sebelum jam tidurnya
e)      Sesuaikan lingkungan (cahaya, kebisingan, suhu, kasur, dan tempat tidur) untuk meningkatkan tidur
f)       Dorong pasien untuk menetapkan rutinitas tidur untuk memfasilitasi perpindahan dari terjaga menuju tidur
g)      Bantu pasien untuk membatasi tidur siang dengan menyediakan aktivitas yang meningkatkan kondisi terjaga

5
Harga diri rendah situasional
Defenisi :
Munculnya persepsi negatif tentang makna diri sebagai respons terhadap situasi saat ini.
Batasan Karakteristik :
-          meremehkan kemampuan menghadapi situasi
-          perilaku tidak asertif
-          ungkapan negatif tentang diri
-          tidak berdaya
Faktor Berhubungan :
-          gangguan citra tubuh
-          transisi perkembangan
-          gangguan fungsi
-          gangguan peran sosial


NOC :
Harga Diri
Indikator :
a)      verbalisasi penerimaan diri
b)      penerimaan terhadap keterbatasan diri
c)      gambaran diri baik
d)     perasaan tentang nilai diri
e)      komunikasi terbuka
Skala :
1 = sangat menyimpang dari rentang normal
2 = banyak menyimpang dari rentang normal
3 = cukup menyimpang dari rentang normal
4 = sedikit menyimpang dari rentang normal
5 = tidak menyimpang dari rentang normal





6
Disfungsi Seksual
Definisi :
Suatu kondisi ketika individu mengalami suatu perubahan fungsi seksual selama fase respons berupa hasrat, terangsang, dan/atau orgasme, yang dipandang tidak memuaskan, tidak bermakna, atau tidak adekuat.
Batasan Karakteristik :
-          Gangguan aktivitas seksual
-          Gangguan eksitasi seksual
-          Gangguan kepuasan seksual
-          Merasakan keterbatasan seksual
-          Penurunan hasrat seksual
-          Perubahan minat terhadap diri sensiri
-          Perubahan minat terhadap orang lain
-          Perubahan peran seksual
Faktor Yang Berhubungan :
-          Gangguan fungsi tubuh
-          Gangguan struktur tubuh
-          Kerentanan
-          Model peran tidak adekuat
-          Tidak ada orang terdekat



NOC :
Fungsi Seksual
Indikator :
a)      Mengekspresikan kenyamanan
b)      Mengekspresikan kepercayaan diri
Skala :
1 = sangat menyimpang dari rentang normal
2 = banyak menyimpang dari rentang normal
3 = cukup menyimpang dari rentang normal
4 = sedikit menyimpang dari rentang normal
5 = tidak menyimpang dari rentang normal



Sexual Counseling
a.       Membangun hubungan terapeutik, berdasarkan kepercayaan dan rasa hormat
b.      Menetapkan panjang hubungan konseling
c.       Menyedìakan privasi dan menjamin kerahasiaan
d.      Menginformasikan pasien di awal hubungan bahwa seksualitas adalah bagian penting dari kehidupan dan bahwa penyakit, obat-obatan, dan stres (atau masalah lain / pasien mengalami peristiwa) sering mengubah fungsi seksual
e.       Memberikan informasi tentang fungsi seksual, sesuai .:
f.       Kata pengantar pertanyaan tentang seksualitas dengan pernyataan yang memberitahu pasien bahwa banyak orang mengalami kesulitan seksual
g.      Mulailah dengan topik-topik sensitif paling dan melanjutkan ke lebih sensitif
h.      Diskusikan efek dari situasi penyakit / kesehatan pada seksualitas
i.        Diskusikan efek obat tentang seksualitas, sesuai
j.        Diskusikan efek dan perubahan seksualitas pada orang lain yang signifikan
k.      Diskusikan tingkat pengetahuan pasien tentang seksualitas pada umumnya
l.        Dorong pasien untuk verbalisasi ketakutan dan mengajukan pertanyaan
m.    Mengidentifikasi tujuan pembelajaran yang diperlukan untuk mencapat tujuan
n.      Diskusikan diperlukan, modifikasi dalam aktivitas seksual, sesuai
o.      Membantu pasien untuk mengekspresikan kesedihan dan kemarahan tentang perubahan dalam fungsi tubuh / penampilan, sesuai
p.      Hindari menampilkan keengganan untuk bagian tubuh yang berubah
q.      Perkenalkan pasien untuk model peran positif yang telah berhasil menaklukkan masalah yang sama,
r.        Berikan informasi faktual tentang mitos seksual dan mis informasi yang pasien dapat verbalisasi
s.       Diskusikan bentuk-bentuk alternatif dari ekspresi seksual yang diterima pasien
t.        Anjurkan pasien hanya pada teknik yang kompatibel dengan nilai-nilai / keyakinan
u.      Anjurkan pasien tentang penggunaan obat-obatan (misalnya, bronkodilator) untuk meningkatkan kemampuan untuk melakukan hubungan seksual,
v.      Tentukan jumlah bersalah seksual yang berhubungan dengan persepsi pasien dan faktor-faktor penyebab penyakit
w.    Hindari prematur mengakhiri diskusi perasaan bersalah, bahkan ketika ini
x.      Tampaknya tidak masuk akal
y.      Sertakan pasangan / pasangan seksual dalam konseling sebanyak mungkin,
z.       Gunakan humor dan dorong pasien untuk menggunakan humor untuk meringankan kecemasan atau rasa malu.
aa.   Memberikan jaminan bahwa praktik seksual saat ini dan baru sebat
bb.  Memberikan jaminan dan izin untuk bereksperimen dengan bentuk-bentuk alternatif dan ekspresi seksual
cc.   Memberikan arahan / konsultasi dengan anggota lain dan tim perawatan kesehatan, sesuai
dd. Merujuk pasien ke seorang terapis seks
7
Keletihan
Defenisi :
Keletihan terus menerus dan penurunan kapasitas untuk kerja fisik dan mental pada tingkat yang lazim
Batasan Karakteristik :
-          Gangguan konsentrasi
-          Kelelahan
-          Kurang energi
-          Peningkatan keluhan fisik
-          Pola tidur tidak memuaskan
Faktor berhubungan :
-          Depresi
-          Gangguan tidur
-          Keluhan fisik
-          Malnutrisi
-          Peningkatan kelelahan fisik
NOC :
Kelelahan : efek yang mengganggu
Indikator :
a)      Penurunan energi
b)      Gangguan dengan aktivitas sehari-hari
c)      Pesimis tentang status kesehatan saat ini
d)     Gangguan memori
e)      Gangguan untuk menikmati hidup
Skala :
1 = sangat menyimpang dari rentang normal
2 = banyak menyimpang dari rentang normal
3 = cukup menyimpang dari rentang normal
4 = sedikit menyimpang dari rentang normal
5 = tidak menyimpang dari rentang normal

Manjemen Energi
a.       Kaji status fisiologis pasien yang menyebabkan kelelahan sesuai dengan konteks usia dan perkembangan
b.      Monitor tanda tanda vital pasien
c.       Kolaborasi terapi baik secara farmakologis maupun non farmakologis dengan tepat untuk mengurangi kelelahan
d.      Monitor intake nutrisi untuk mengetahui sumber energi yang adekuat
e.       Kaji adanya kelelahan emosional yang dialami pasien
f.       Monitor adanya ketidaknyamanan yang dialami pasien
g.      Tingkatkan tirah baring/pembatasan kegiatan
Pengurangan Kecemasan
a.       Dorong pasien untuk mengungkapkan perasaannya
b.      Dorong keluarga untuk mendampingi pasien
c.       Ciptakan atmosfer yang nya nyaman untuk meningkatkan kepercayaan pasien
d.      Identifikasi pada saat terjadi perubahan tingkat kecemasan
e.       Bantu klien mengidentifikasi situasi yang memicu kecemasan
f.       Kaji  tanda verbal dan non verbal kecemasan pada pasien
g.      Ajarkan teknik relaksasi atau terapi non farmakologi untuk mengurangi kecemasan




8
Resiko Jatuh
Definisi :
Rentan terhadap peningkatan risiko jatuh, yang dapat menyebabkan bahaya fisik dan gangguan kesehatan.
Faktor Resiko :
Dewasa
-          Penggunaan alat bantu (misal walker, tongkat, kursi roda)
-          Prostesis ekstremitas bawah
-          Riwayat jatuh
-          Tinggal sendiri
-          Usia ≥ 65 tahun
Kognitif
-          Gangguan fungsi kognitif
Lingkungan
-          Lingkungan yang tidak terorganisasi
-          Kurang pencahayaan
-          Kurang material antislip di kamar mandi
-          Ruang tidak dikenal
-          Pemajanan pada kondisi (misal lantai basah dll)
Agens Farmaseutikal
-          Gangguan mendengar
-          Gangguan mobilitas
-          Gangguan pada kaki
-          Penurunan kekuatan ekstremitas bawah
-          Sakit akut
NOC :
Kejadian jatuh
Indikator :
a)      Jatuh saat berdiri
b)      Jatuh saat berjalan
c)      Jatuh saat duduk
d)     Jatuh dari tempat tidur
e)      Jatuh saat dipindahkan
Skala :
1 = sangat menyimpang dari rentang normal
2 = banyak menyimpang dari rentang normal
3 = cukup menyimpang dari rentang normal
4 = sedikit menyimpang dari rentang normal
5 = tidak menyimpang dari rentang normal

NIC
Fall Prevention
a.       Mengidentifikasi defisit kognitif atau fisik pasien yang dapat meningkatkan potensi jatuh dalam lingkungan tertentu
Mengidentifikasi perilaku dan faktor yang mempengaruhi risiko jatuh
b.      Mengidentifikasi karakteristik lingkungan yang dapat meningkatkan potensi untuk jatuh (misalnya, lantai yang licin dan tangga terbuka)
c.       Sarankan perubahan dalam gaya berjalan kepada pasien
d.      Mendorong pasien untuk menggunakan tongkat atau alat pembantu berjalan
e.       Kunci roda dari kursi roda, tempat tidur, atau brankar selama transfer pasien
f.       Tempat artikel mudah dijangkau dari pasien
g.      Ajarkan pasien bagaimana jatuh untuk meminimalkan cedera
h.      Memantau kemampuan untuk mentransfer dari tempat tidur ke kursi dan demikian pula sebaliknya
i.        Gunakan teknik yang tepat untuk mentransfer pasien ke dan dari kursi roda, tempat tidur, toilet, dan
Sebagainya
j.        Menyediakan toilet ditinggikan untuk memudahkan, transfer
k.      Menyediakan kursi dari ketinggian yang tepat, dengan sandaran dan sandaran tangan untuk memudahkan transfer
l.        Menyediakan tempat tidur kasur dengan tepi yang erat untuk memudahkan transfer
m.    Gunakan rel sisi panjang yang sesuai dan tinggi untuk mencegat jatuh dari tempat tidur, sesuai kebutuhan
n.      Memberikan pasien tergantung dengan sarana bantuan pemanggilan (misalnya, bel atau cahaya panggilan) ketika pengasuh tidak hadir
o.      Membantu ke toilet seringkali, interval dijadwalkan
p.      Menandai ambang pintu dan tepi langkah, sesuai kebutuhan
q.      Hapus dataran rendah perabotan (misalnya, tumpuan dan tabel) yang menimbulkan bahaya tersandung
r.        Hindari kekacauan pada permukaan lantai
s.       Memberikan pencahayaan yang memadai untuk meningkatkan visibilitas
t.        Menyediakan lampu malam di samping tempat tidur
u.      Menyediakan pegangan tangan terlihat dan memegang tiang
v.      Menyediakan lajur anti tergelincir, permukaan lantai nontrip/tidak tersandung
w.    Menyediakan permukaan nonslip/ anti
tergelincir di bak mandi atau pancuran
x.      Menyediakan kokoh, tinja curam nonslip/ anti tergelincir untuk memfasilitasi jangkauan mudah
y.      Pastikan pasien yang memakai sepatu yang pas, kencangkan aman, dan memiliki sol tidak mudah tergelincir
z.       Anjurkan pasien untuk memakai kacamata, sesuai, ketika keluar dari tempat tidur
aa.   Mendidik anggota keluarga tentang faktor risiko yang berkontribusi terhadap jatuh dan bagaimana mereka dapat menurunkan resiko tersebut
bb.  Sarankan adaptasi rumah untuk meningkatkan keselamatan
cc.   Instruksikan keluarga pada pentingnya pegangan tangan untuk kamar mandi, tangga, dan trotoar
dd. Sarankan atas kaki yang aman
ee.   Mengembangkan cara untuk pasien untuk berpartisipasi keselamatan dalam kegiatan rekreasi
ff.    Lembaga program latihan rutin fisik yang meliputi berjalan
gg.  Tanda-tanda posting untuk mengingatkan staf bahwa pasien yang berisiko tinggi untuk jatuh
hh.  Berkolaborasi dengan anggota tim kesehatan lain untuk meminimalkan efek samping dari obat yang berkontribusi terhadap jatuh (misalnya, hipotensi ortostatik dan kiprah goyah)
ii.      Memberikan pengawasan yang ketat dan / atau perangkat menahan (misalnya, bayi kursi dengan sabuk
pengaman) ketika menempatkan bayi / anak-anak muda pada permukaan ditinggikan (misalnya, meja dan kursi tinggi)

9
Distres spiritual
Definisi :
Suatu keadaan menderita yang berhubungan dengan gangguan kemampuan untuk mengalami makna hidup melalui hubungan dengan diri sediri, dunia atau kekuatan yang tinggi.
Batasan karakteristik :
-          Ansietas
-          Insomnia
-          Letih
-          Menanyakan makna hidup
-          Takut
-          Merasa hidup kurang bermakna
-          Rasa bersalah
NOC :
Pengaharapan
Indikator :
a)      Mengekspresikan orientasi masa depan yang positif
b)      Mengekspresikan arti kehidupan
c)      Mengekspresikan rasa optimis
d)     Mengekspresikan perasaan untuk mengontrol diri sendiri
e)      Mengekspresikan kepercayaan
f)       Mengekspresikan rasa percaya pada diri sendiri dan orang lain

Penanaman harapan
a)      Pengkaji pasian atau keluarga untuk mengidentifikasi area pengharapan dalam hidup
b)      Melibatkan pasien secara aktif dalam perawatan diri
c)      Mengajarkan keluarga tentang aspek positif pengharapan
d)     Memberikan kesempatan pasien atau keluarga terlibat dalam support group.
e)      Mengembangkan mekanisme paran koping pasien

10
Ketakutan

Definisi : respons terhadap persepsi ancaman yang secara sadar dikenal sebagai sebuah bahaya 

Batasan Karakteristik :
·         Melaporkan isyarat/peringatan
·         Melaporkan kegelisahan
·         Melaporkan rasa takut
·         Melaporkan penurunan kepercayaan diri
·         Melaporkan ansietas
·         Melaporkan kegembiraan
·         Melaporkan peningkatan ketegangan
·         Melaporkan kegelisahan
·         Melaporkan kepanikan
·         Melaporkan teror
Kognitif
·         Penurunan kemampuan belajar
·         Penurunan kemampuan memecahkan masalah
·         Penurunan produktifitas
·         Mengidentifikasikan objek ketakutan
·         Stimulasi diyakini merupakan ancaman
Perilaku
·         Perilaku menyerang
·         Perilaku menghindar
·         Impulsive
·         Peningkatan kewaspadaan
·         Fokus menyempit pada sumber-sumber ketakutan
Fisiologis
·         Anoreksia, Diare
·         Mulut kering, Dispnea, Letih
·         Peningkatan keringat
·         Peningkatan denyut nadi
·         Peningkatan tekanan darah sistolik
·         Kaku otot, Mual, Muntah, Pucat
·         Dilatasi pupil

Faktor Yang Berhubungan:
·         Berasal dari luar (mis : kebisingan tiba-tiba, ketinggian, nyeri, penurunan dukungan fisik)
·         Berasal dari dalam (neurotransmitter)
·         Kendala bebas
·         ResponS belajar (mis conditioning, mencontoh dan atau identifikasi dengan orang lain)
·         StimuIusfobik
·         Gangguan sensorik
·         Berpisah dari system pendukung dalam situasi yang berpotensi menimbulkan stress (mis: rawat inap, prosedur rumah sakit)
·         Tidak familier dengan pengalaman lingkungan
-           
NOC :
·         Anxiety
·         Post Trauma Syndrome
·         Rape Trauma Syndorme

Kriteria Hasil :
·         Tingkat ketakutan : keparahan manifestasi rasa takut, ketegangan, atau kegelisahan yang berasal dan sumber yang dapat dikenali
·         Tingkat ketakutan anak-anak : keparahan manifestasi rasa takut, ketegangan atau kegelisahan yang berasal dan sumber yang dikenali pada anak-anak dari usia 1 tahun sampai 17 tahun
·         Pengendalian Diri Terhadap ketakutan; tindakan individu untuk mengurangi atau menurunkan perasaan tidak mampu akibat rasa takut, ketegangan atau kegelisahan yang berasal dari sumber yang dikenali
·         Mencari informasi untuk menurunkan ketakutan
·         Menghindari sumber ketakutan bila mungkin
·         Menggunakan teknik relaksasi untuk menurunkan ketakutan
·         Memantau penurunan durasi episode
·         Memantau lamanya waktu antara episode ketakutan
·         Mempertahankan kontrol terhadap kehidupan
·         Mempertahankan performa peran dan hubungan sosial
·         Mengendalikan respons ketakutan
·         Tetap produktif

Ansiety Reduction
a.       Gunakan pendekatan yang tenang dan meyakinkan
b.      Jelas menyatakan harapan untuk perilaku pasien
c.       Jelaskan semua prosedur, termasuk sensasi diperkirakan akan dialami selama prosedur therapi
d.      Berusaha untuk memahami perspektif pasien dari situasi stress
e.       Memberikan informasi faktual tentang diagnosis, pengobatan, dan prognosa
f.       Tetap dengan pasien untuk meningkatkan keselamatan dan mengurangi rasa takut
g.      Dorong keluarga untuk tinggal dengan pasien, sesuai
h.      Menyediakan benda yang melambangkan keselamatan/ keamanan
i.        Mendorong kegiatan kompetitif, sesuai
j.        Jauhkan peralatan pengolahan keluar dan pandangan
k.      Mendengarkan dengan perhatian
l.        Memperkuat perilaku, sesuai
m.    Menciptakan suasana untuk memfasilitasi kepercayaan
n.      Mendorong verbalisasi perasaan, persepsi, dan ketakutan
o.      Mengidentifikasi ketika tingkat perubahan kecemasan
p.      Menyediakan aktivitas pengalihan diarahkan pengurangan ketegangan
q.      Membantu pasien mengidentifikasi situasi yang memicu kecemasan kontrol rangsangan sesuai, untuk  pasien, jika perlu
r.        Mendukung penggunaan mekanisme pertahanan yang sesuai
s.       Membantu pasien untuk mengartikulasikan gambaran realistis dari acara mendatang
t.        Menentukan pasien dalam kemampuan pengambilan keputusan
u.      Anjurkan pasien tentang penggunaan teknik relaksasi
v.      Memberi obat untuk mengurangi kecemasan, sesuai
w.    Menilai tanda-tanda verbal dan kecemasan nonverbal



No comments:

Post a Comment