Sunday, October 29, 2017

KONSEP DASAR KEPERAWATAN KOMUNITAS



BAB I
PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang
Kesehatan menurut Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 adalah keadaan sehat, baik secara fisik, mental, spritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Kesehatan yang optimal bagi setiap individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat merupakan tujuan dari keperawatan, khususnya keperawatan komunitas (Ferry Efendi dan Makhfudli, 2009).
Komunitas (community) adalah sekelompok masyarakat yang mempunyai persamaan nilai (values), perhatian (interest) yang merupakan kelompok khusus dengan batas-batas geografi yang jelas, dengan norma dan nilai yang telah melembaga (Sumijatun dkk, 2006).
Keperawatan komunitas ditujukan untuk mempertahankan dan meningkatkan kesehatan serta memberikan bantuan melalui intervensi keperawatan sebagai dasar keahliannya dalam membantu individu, keluarga, kelompok dan masyarakat dalam mengatasi berbagai masalah keperawatan yang dihadapinya dalam kehidupan sehari-hari (Ferry Efendi dan Makhfudli, 2009).
Keperawatan komunitas lebih menekankan kepada upaya peningkatan kesehatan dan pencegahan terhadap berbagai gangguan kesehatan dengan tidak melupakan upaya-upaya pengobatan, perawatan, serta pemulihan bagi yang sedang menderita penyakit maupun dalam kondisi pemulihan terhadap penyakit (Wahit Iqbal dkk, 2011). Dari penjelasan diatas maka kelompok tertarik membahas mengenai konsep dasar keperawatan kounitas.
B.  Rumusan Masalah
Bagaimana konsep dasar keperawatan komunitas ?
C. Tujuan
1.      Tujuan umum
Mahasiswa mampu mengetahui konsep dasar keperawatan komunitas.


2.      Tujuan Khusus
Mahasiswa diharapkan mampu :
a.       Mengetahui  definisi kepewatan komunitas
b.      Mengetahui tujuan dan fungsi keperawatan komunitas
c.       Mengetahui prinsip keperawatan komunitas
d.      Mengetahui sasaran keperawatan komunitas
e.       Mengetahui falsafah keperawatan komunitas
f.       Mengetahui tingkat pencegahan keperawatan komunitas
g.      Mengetahui strategi intervensi keperawatan komunitas.



BAB II
TINJAUAN KEPUSTAKAAN

A.  DEFINISI KEPEWATAN KOMUNITAS
1.      Komunitas
a.       Menurut WHO (1974) dalam Harnilawati (2013) komunitas sebagai suatu kelompok sosial yang di tentutkan oleh batas-batas wilayah, nilai-nilai keyakinan dan minat yang sama, serta ada rasa saling mengenal dan interaksi antara anggota masyarakat yang satu dan yang lainnya.
b.      Menurut Spradley (1985) Harnilawati (2013) komunitas sebagai sekumpulan orang yang saling bertukar pengalaman penting dalam hidupnya.
c.       Menurut Sumijatun dkk (2006) dalam Harnilawati (2013) komunitas (community) adalah sekelompok masyarakat yang mempunyai persamaan nilai (values), perhatian (interest) yang merupakan kelompok khusus dengan batas-batas geografi yang jelas, dengan norma dan nilai yang telah melembaga.

2.      Keperawatan
                 Keperawatan adalah suatu bentuk pelayanan professional sebagai bagian integral pelayanan kesehatan berbentuk pelayanan biologi, psikologi, sosial dan spritual secara komprehensif, ditujukan kepada individu keluarga dan masyarakat baik sehat maupun sakit mencakup siklus hidup manusia (Harnilawati, 2013)

3.      Keperawatan Komunitas
a.       Harnilawati (2013) menjelaskan bahwa keperawatan komunitas mencakup perawatan kesehatan keluarga (nurse health family) juga kesehatan dan kesejahteraan masyarakat luas, membantu masyarakat mengindentifikasi masalah kesehatan tersebut sesuai dengan kemampuan yang ada pada mereka sebelum mereka meminta bantuan kepada orang lain (WHO,1947).
b.      Kesatuan yang unik dari praktik keperawatan dan kesehatan masyarakat yag ditujukan pada pengembangan serta peningkatan kemampuan kesehatan, baik diri sendiri sebagai perorangan maupun secara kolektif sebagai keluarga, kelompok khusus atau masyarakat (Ruth B. Freeman,1981)
c.       Praktik Keperawatan komunitas (communiy health nursing practice) merupakan sintesi teori keperawatan dan teori kesehatan masyarakat untuk promosi, pemeliharaan dan perawatan kesehatan populasi melalui pemberian pelayanan keperawatan pada individu, keluarga dan kelompok yag mempunyai pengaruh terhadapat kesehatan komunitas (Stanhope dan Lancaster, 2010).
d.      Keperawatan kesehatan komunitas adalah praktek melakukan promosi kesehatan dan melindungi kesehatan masyarakat dengan menggunakan pendekatan ilmu keperawatan, ilmu sosial dan ilmu kesehatan masyarakat yang berfokus pada tindakan promotif dan pencegahan penyakit yang sehat (Anderson & McFarlane, 2011).

B.  TUJUAN DAN FUNGSI KEPERAWATAN KOMUNITAS
1.      Tujuan Keperawatan Komunitas
                        Tujuan proses keperawatan dalam komunitas adalah untuk pencegahan dan peningkatan kesehatan masyarakat melalui upaya-upaya sebagai berikut :
a.       Pelayanan keperawatan secara langsung (direct care ) terhadap individu, keluarga, dan keluarga dan kelompok dalam konteks komunitas.
b.      Perhatian langsung terhadap kesehatan seluruh masyarakat ( health general community ) dengan mempertimbangkan permasalahan atau isu kesehatan masyarakat yang dapat mempengaruhi keluarga, individu, dan kelompok. 
               Selanjutnya, secara spesifik diharapkan individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat mempunyai kemampuan untuk :
a.       Mengindentifikasi masalah kesehatan yang dialami
b.      Menetapkan masalah kesehatan dan memprioritaskan maslah tersebut
c.       Merumuskan serta memecahkan masalah kesehatan
d.      Menanggulangi masalah kesehatan yang mereka hadapi
e.       Mengevaluasi sejauh mana pemecahan masalah yang mereka hadapi

2.      Fungsi Keperawatan Komunitas
1)      Memberikan pedoman dan bimbingan yang sistematis dan ilmiah bagi kesehatan masyarakat dan keperawatan dalam memecahkan masalah klien melalui asuhan keperawatan.
2)      Agar masyarakt mendapatkan pelayan yang optimal sesuai dengan kebutuhannnya di bidang kesehatan.
3)      Memeberikan asuhan keperawatan melalui pendekatan pemecahan masalah, komunikasi yang efektif dan efisien serta melibatkan peran serta masyarakat.
4)      Agar masyarakat bebas mengemukan pendapat berkaitan dengan permasalahan atau kebutuhannya sehingga mendapatkan penanganan dan pelayanan yang cepat dan pada akhirnya dapat mempercepat proses penyembuhan (Mubarak,2006).

C.  PRINSIP KEPERAWATAN KOMUNITAS
Pada perawatan kesehatan masyarakat harus mempertimbangkan beberapa  prinsip, yaitu :
1.    Kemanfaatan
     Semua tindakan dalam asuhan keperawatan harus memberikan manfaat yang  besar bagi komunitas. Intervensi atau pelaksanaan yang dilakukan harus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi komunitas, artinya ada keseimbangan antara manfaat dan kerugian (Mubarak, 2009).
2.    Kerjasama
     Kerjasama dengan klien dalam waktu yang panjang dan bersifat berkelanjutan serta melakukan kerja sama lintas program dan lintas sektoral (Riyadi, 2007)
3.    Secara langsung
     Asuhan keperawatan diberikan secara langsung mengkaji dan intervensi, klien dan lingkunganya termasuk lingkungan sosial, ekonomi serta fisik mempunyai tujuan utama peningkatan kesehatan (Riyadi, 2007).
4.    Keadilan
     Tindakan yang dilakukan disesuaikan dengan kemampuan atau kapasitas dari komunitas itu sendiri. Dalam pengertian melakukan upaya atau tindakan sesuai dengan kemampuan atau kapasitas komunitas (Mubarak, 2009).
5.    Otonomi Klien
     Otonomi klien atau komunitas diberi kebebasan dalam memilih atau melaksanakan  beberapa alternatif terbaik dalam menyelesaikan masalah kesehatan yang ada (Mubarak, 2009).

D.  SASARAN KEPERAWATAN KOMUNITAS
Sasaran dari perawatan kesehatan komunitas adalah individu, keluarga, kelompok khusus, komunitas baik yang sehat maupun sakit yang mempunyai masalah kesehatan atau perawatan, sasaran ini terdiri dari:
1.      Individu
Individu adalah anggota keluarga yang unik sebagai kesatuan utuh dari aspek biologi, psikologi, social dan spritual.
2.      Keluarga
Keluarga merupakan sekelompok individu yang berhubungan erat secara terus menerus dan terjadi interaksi satu sama lain baik secara perorangan maupun secara bersama-sama, di dalam lingkungannya sendiri atau masyarakat secara keseluruhan.
3.      Kelompok Khusus
Kelompok khusus adalah kumpulan individu yang mempunyai kesamaan jenis kelamin, umur, permasalahan, kegiatan yang terorganisasi yang sangat rawan terhadap masalah kesehatan.
Termasuk diantaranya adalah:
a.       Kelompok khusus dengan kebutuhan khusus sebagai akibat perkembangan dan pertumbuhannya, seperti;
1)              Ibu hamil
2)              Bayi baru lahir
3)              Balita
4)              Anak usia sekolah
5)              Usia lanjut
b.      Kelompok dengan kesehatan khusus yang memerlukan pengawasan dan bimbingan serta asuhan keperawatan, diantaranya adalah:
1)      Penderita penyakit menular, seperti TBC, lepra, AIDS, penyakit kelamin lainnya.
2)      Penderita dengan penynakit tak menular, seperti: penyakit diabetes mellitus, jantung koroner, cacat fisik, gangguan mental dan lain sebagainya.
c.       Kelompok yang mempunyai resiko terserang penyakit, diantaranya:
1)      Wanita tuna susila
2)      Kelompok penyalahgunaan obat dan narkoba
3)      Kelompok-kelompok pekerja tertentu, dan lain-lain.
d.      Lembaga sosial, perawatan dan rehabilitasi, diantaranya adalah:
1)      Panti wredha
2)      Panti asuhan
3)      Pusat-pusat rehabilitasi (cacat fisik, mental dan sosial)
4)      Penitipan balita.
E.  FALSAFAH KEPERAWATAN KOMUNITAS
Keperawatan komunitas merupakan pelayanan yang memberikan pelayanan terhadap pengaruh lingkunngan (bio-psiko-sosial-cultural-spritual) terhadap kesehatan komunitas dan memberikan prioritas pada strategi pencegahan penyakit dan peningkatan pencegahan. Falsafah yang melandasi komunitas mengacu kepada falsafah atau paradigma keperawatan secara umum yaitu manusia atau kemanusia merupakan titik sentral setiap upaya pembangunan kesehatan yang menjunjung tinggi nilai-nilai dan bertolak dari pandangan ini disusun falsafah atau paradigma keperawatan komunitas yang terdiri dari 4 komponen dasar, 
Berdasarkan gambar di atas, dapat dijabarkan masing-masing unsur sbg berikut :
1.      Manusia.
Komunitas sebagai klien berarti sekumpulan individu / klien  yang berada pada lokasi atau batas geografi  tertentu yang memiliki  niliai-nilai, keyakinan dan minat  yang  relatif  sama serta adanya interaksi satu sama lain  untuk mencapai tujuan.
2.      Kesehatan.
Sehat adalah suatu kondisi  terbebasnya  dari  gangguan pemenuhan kebutuhan dasar klien / komunitas.  Sehat merupakan  keseimbangan  yang  dinamis  sebagai dampak dari keberhasilan mengatasi stressor.
3.      Lingkungan.
Semua factor internal dan eksternal  atau pengaruh disekitar klien yang bersifat biologis, psikologis, social, cultural dan spiritual.
4.      Keperawatan.
Intervensi / tindakan yang bertujuan untuk  menekan  stressor, melalui  pencegahan primer, sekunder dan tersier.
(Efendi Ferry dan Makhfudli, 2009).

F.   TINGKAT PENCEGAHAN KEPERAWATAN KOMUNITAS
Pelayanan yang diberikan oleh keperawatan komunitas mencakup kesehatan komunitas yang luas dan berfokus pada pencegahan yang terdiri dari tiga tingkat yaitu (Mubarak, 2009) :
1.      Pencegahan primer
Pelayanan pencegahan primer ditunjukkan kepada penghentian penyakit sebelum terjadi karena itu pencegahan primer mencakup peningkatan derajat kesehatan secara umum dan perlindungan spesifik. Promosi kesehatan secara umum mencakup pendidikan kesehatan baik pada individu maupun kelompok. Pencegahan primer juga mencakup tindakan spesifik yang melindungi individu melawan agen-agen spesifik misalnya tindakan perlindungan yang paling umum yaitu memberikan imunisasi pada bayi, anak balita dan ibu hamil, penyuluhan gizi bayi dan balita.
2.      Pencegahan sekunder
Pelayanan pencegahan sekunder dibuat untuk menditeksi penyakit lebih awal dengan mengobati secara tepat. Kegiatan-kegiatan yang mengurangi faktor resiko dikalifikasikansebagai pencegahan sekunder misalnya memotivasi keluarga untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala melalui posyandu dan puskesmas.
3.      Pencegahan tertier
Yang mencakup pembatasan kecacatan kelemahan pada seseorang dengan stadium dini dan rehabilitasi pada orang yang mengalami kecacatan agar dapat secara optimal berfungsi sesuai dengan kemampuannya, misalnya mengajarkan latihan fisik pada penderita patah tulang.

G. STRATEGI INTERVENSI KEPERAWATAN KOMUNITAS
            Dalam Efendi Ferry dan Makhfudli (2009) dijelaskan strategi intervensi keperawatan komunitas antara lain :
1.      Proses kelompok (group process) 
                 Seseorang dapat mengenal dan mencegah penyakit, tentunya setelah belajar dari pengalaman sebelumnya, selain faktor pendidikan/pengetahuan individu, media masa, Televisi, penyuluhan yang dilakukan petugas kesehatan dan sebagainya. Begitu juga dengan masalah  kesehatan di lingkungan sekitar masyarakat, tentunya gambaran penyakit yang paling sering mereka temukan sebelumnya sangat mempengaruhi upaya penangan atau pencegahan penyakit yang mereka lakukan. Jika masyarakat sadar bahwa penangan yang bersifat individual tidak akan mampu mencegah, apalagi memberantas penyakit tertentu, maka mereka telah melakukan pemecahan-pemecahan masalah kesehatan melalui proses kelompok. 

2.      Pendidikan Kesehatan (Health Promotion)
                 Pendidikan kesehatan adalah proses perubahan perilaku yang dinamis, dimana perubahan tersebut bukan hanya sekedar proses transfer materi/teori dari seseorang ke orang lain dan bukan pula seperangkat prosedur. Akan tetapi, perubahan tersebut terjadi adanya kesadaran dari dalam diri individu, kelompok atau masyarakat sendiri. Sedangkan tujuan dari pendidikan kesehatan menurut Undang-Undang Kesehatan No. 23 Tahun 1992 maupun WHO yaitu ”meningkatkan kemampuan masyarakat untuk memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan; baik fisik, mental dan sosialnya; sehingga produktif secara ekonomi maupun secara sosial.

3.      Kerjasama (Partnership)
                 Berbagai persoalan kesehatan yang terjadi dalam lingkungan masyarakat jika tidak ditangani dengan baik akan menjadi ancaman bagi lingkungan masyarakat luas. Oleh karena itu, kerja sama sangat dibutuhkan dalam upaya mencapai tujuan asuhan keperawatan komunitas melalui upaya ini berbagai persoalan di dalam lingkungan masyarakat akan dapat diatasi dengan lebih cepat.


BAB III
PENUTUP
A.  Kesimpulan
Keperawatan komunitas merupakan sintesis teori keperawatan dan teori kesehatan masyarakat untuk promosi, pemeliharaan dan perawatan kesehatan populasi melalui pemberian pelayanan keperawatan pada individu, keluarga dan kelompok yag mempunyai pengaruh terhadapat kesehatan komunitas. Tujuan proses keperawatan dalam komunitas adalah untuk pencegahan dan peningkatan kesehatan masyarakat.
Keperawatan kesehatan masyarakat harus mempertimbangkan beberapa  prinsip, yaitu kemanfaatan, keerjasama, secara langsung, keadilan dan otonomi klien.  Sasaran dari perawatan kesehatan komunitas adalah individu, keluarga, kelompok khusus, komunitas baik yang sehat maupun sakit. Keperawatan komunitas merupakan pelayanan yang memberikan pelayanan terhadap pengaruh lingkunngan (bio-psiko-sosial-cultural-spritual) terhadap kesehatan komunitas dan memberikan prioritas pada strategi pencegahan penyakit dan peningkatan pencegahan.
Pelayanan yang diberikan oleh keperawatan komunitas mencakup kesehatan komunitas yang luas dan berfokus pada pencegahan yang terdiri dari tiga tingkat yaitu pencegahan primer, sekunder dan tertier. Intervensi keperawatan komunitas dapat dilakukan dengan proses kelompok (group process), pendidikan kesehatan (health promotion) dan kerjasama (partnership).

B.  Saran
Diharapkan makalah ini dapat menambah sumber bacaan bagi mahasiswa keperawatan khusus pada mata kuliah keperawatan komunitas.




DAFTAR PUSTAKA
Anderson & McFarlane, 2011. Community As Partner: Theory And Practice In Nursing. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins
Efendi,Ferry dan Makhfudli. 2009. Keperawatan Kesehatan Komunitas Teori dan
Praktik dalam Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.

Harnilawati.2013. Pengantar Ilmu Keperawatan Komunitas. Sulawesi: Pustaka
As Salam

Hidayat Aziz Halimul. 2004. Pengantar Konsep Keperawatan Dasar. Salemba
Medika : Jakarta.

Mubarak, Iqbal Wahit. 2009. Pengantar dan Teori Ilmu Keperawatan Komunitas
1. Jakarta : CV. Sagung Seto

Riyadi. 2007. Keperawatan Kesehatan Masyarakat. Jakarta: Salemba Medika
Stanhope dan Lancaster, 2010) community & public health nursing (six ed. St. Louis, Missouri: Mosby
Sumijatun, dkk. 2006. Konsep Dasar Keperawatan Komunitas. Jakarta : EGC