Wednesday, April 19, 2017

Strategi Pelaksanaan (SP) 2 RPK Pasien dan Keluarga

STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN JIWA
SP 2 PRILAKU KEKERASAN

A.    Proses Keperawatan
1)      Kondisi Pasien
Data Subjektif  : - Klien mengatakan dendam dan jengkel
-  Klien menyalahkan dan menuntut
-  Klien mengatakan benci atau kesal pada seseorang.
-  Klien mengancam

Data Objektif   : - Muka merah dan tegang
-  Mata melotot
-  Pandangan tajam
-  Bicara kasar
-  Suara tinggi, menjerit atau berteriak

2)      Diagnosa Keperawatan : Resiko Prilaku Kekerasan
3)      Tujuan Kusus   : Setelah dilakukan tindakan keperawatan Klien terhindar dari mencederai
diri, orang lain dan lingkungan
4)      Tindakan Keperawatan
-          Mengevaluasi jadwal kegiatan harian klien
-          Melatih klien mengontrol prilaku kekerasan dengan cara fisik 2
-          Menganjurkan klien memesukkan dalam jadwal kegiatan harian

B.     Strategi Pelaksanaan (SP) Pasien
Orientasi :
Selamat Pagi pak, sesuai dengan janji saya dua jam yang lalu sekarang saya datang lagi”
“Bagaimana perasaan bapak saat ini, adakah hal yang menyebabkan bapak marah?”
“Baik, sekarang kita akan belajar cara mengontrol perasaan marah dengan kegiatan fisik untuk cara yang kedua”
“Mau berapa lama? Bagaimana kalau 20 menit?”
Dimana kita bicara?Bagaimana kalau di ruang tamu?” 

Kerja :
“Kalau ada yang menyebabkan bapak marah dan muncul perasaan kesal, berdebar-debar, mata melotot, selain napas dalam bapak dapat melakukan pukul kasur dan bantal”. “Sekarang mari kita latihan memukul kasur dan bantal. Mana kamar bapak? Jadi kalau nanti bapak kesal dan ingin marah, langsung ke kamar dan lampiaskan kemarahan tersebut dengan memukul kasur dan bantal. Nah, coba bapak lakukan, pukul kasur dan bantal. Ya, bagus sekali bapak melakukannya”. “Kekesalan lampiaskan ke kasur atau bantal.”. “Nah cara inipun dapat dilakukan secara rutin jika ada perasaan marah. Kemudian jangan lupa merapikan tempat tidurnya 

Terminasi :
“Bagaimana perasaan bapak setelah latihan cara menyalurkan marah tadi?”
“Ada berapa cara yang sudah kita latih, coba bapak sebutkan lagi?Bagus!”
 “Mari kita masukkan kedalam jadual kegiatan sehari-hari bapak. Pukul kasur bantal mau jam berapa? Bagaimana kalau setiap bangun tidur?  Baik, jadi jam 05.00 pagi. dan jam jam 15.00 sore. Lalu kalau ada keinginan marah sewaktu-waktu gunakan kedua cara tadi ya pak. Sekarang kita buat jadwalnya ya pak, mau berapa kali sehari bapak latihan memukul kasur dan bantal serta tarik nafas dalam ini?”
“Besok pagi kita ketemu lagi kita akan latihan cara mengontrol marah dengan belajar bicara yang baik. Mau jam berapa pak? Baik, jam 10 pagi ya. Sampai jumpa”

C.     Strategi Pelaksanaan (SP) 2 keluarga
ORIENTASI
“Selamat pagi bu, sesuai dengan janji kita 2 hari yang lalu sekarang kita ketemu lagi untuk latihan cara-cara mengontrol rasa marah bapak”. “Bagaimana Bu? Masih ingat diskusi kita yang lalu? Ada yang mau Ibu tanyakan?” “Berapa lama ibu mau kita latihan?“Bagaimana kalau kita latihan disini saja?, sebentar saya panggilkan bapak supaya bisa berlatih bersama”

KERJA
”Nah pak, coba ceritakan kepada Ibu, latihan yang sudah Bapak lakukan. Bagus sekali. Coba perlihatkan kepada Ibu jadwal harian Bapak! Bagus!”. ”Nanti di rumah ibu bisa membantu bapak latihan mengontrol kemarahan Bapak.”. ”Sekarang kita akan coba latihan bersama-sama ya pak?”. ”Masih ingat pak, bu  kalau tanda-tanda marah sudah bapak rasakan maka yang harus dilakukan bapak adalah.......?”. ”Ya.. betul, bapak berdiri, lalu tarik napas dari hidung, tahan sebentar. lalu keluarkan/tiup perlahan –lahan melalui mulut seperti mengeluarkan kemarahan. Ayo coba lagi, tarik dari hidung, bagus.., tahan, dan tiup melalui mulut. Nah, lakukan 5 kali, coba ibu temani dan bantu bapak menghitung latihan ini sampai 5 kali”. “Bagus sekali, bapak  dan ibu sudah bisa melakukannya dengan baik”. “Cara yang kedua masih ingat pak, bu?”. “Ya..benar, kalau ada yang menyebabkan bapak marah dan muncul perasaan kesal, berdebar-debar, mata melotot, selain napas dalam bapak dapat melakukan pukul kasur dan bantal”.

TERMINASI
“Baiklah bu, latihan kita sudah selesai. Bagaimana perasaan ibu setelah kita latihan cara-cara mengontrol marah langsung kepada bapak?”. “Bisa ibu sebutkan lagi ada berapa cara mengontrol marah?”. “Selanjutnya tolong pantau dan motivasi Bapak melaksanakan jadwal latihan yang telah dibuat selama di rumah nanti. Jangan lupa berikan pujian untuk Bapak bila dapat melakukan dengan benar ya Bu!”. “Karena Bapak sebentar lagi sudah mau pulang bagaimana kalau 2 hari lagi Ibu bertemu saya untuk membicarakan jadwal aktivitas Bapak selama di rumah nanti.”. “Jam 10 seperti hari ini ya Bu. Di ruang ini juga.”



No comments:

Post a Comment